We are born with two eyes in front of our faces, because we should not always look back. But look at all of that in the future, look at our future.

We are born with 2 ears on the right and the left, so we can listen to everything from the two sides. To attempt to gather praise and criticism and choose what is right and wrong.

We are born with brains in our skull. So it does not matter as poor as any of us, we are still rich. Because there will be no one can steal our brains, our thoughts and our ideas. And what do you Think of your brain is far more valuable than gold and jewelry.

We are born with 2 eyes and 2 ears, but we were given only 1 piece of mouth. Because the mouth is a very sharp weapon, the mouth can hurt, can kill, can be tempting, and many other things that are not pleasant. So remember to speak as little as possible but see and hear as much as possible. We are born only with a heart deep within ourselves. Reminds us of the expected award and gift of love comes from our hearts most deeply. Learning to love and enjoy how we loved but never ever expect others to love us like we love her.

Give love without asking for a reply and we will see the love that is far more beautiful.

Pain Disappear

Sorry i was had blasphemy not because i was do not believe becausemy emotions are unbearable, always wish i could be loosened, you allcould only understand but can not understanding what i was want. youall will know and feel what i feel when everything return me. you guys will never understand what I was want when i was age of 17 at this time. what if just once i was ask to get something what iwas nevercould? What justice do not already exist for me? you‘ll know why i was write like this. pervading sense of disappointment because i did notreply to my stand and my weir. if i was turn my situation? whether you will feel the bitterness of this? Are you disappointed? i was just once.you told me understood our situation! but what? you never know what i was feel right. once you realize what i was want. hopefully you guys in the blessed. may God give you rich blessings reply. May the Lord can know what i feel. hopefully when i was on top of it later, i was will not forget you!

oxane:

Gabrielle Bakker
“Studio”  oil on panel  60” x 52.5”  2005

oxane:

Gabrielle Bakker

“Studio” oil on panel 60” x 52.5” 2005

4,562 notes

Moony - I Dont Why (lyric)

Never happy, not satisfied
Always complains for nothing
Hopes and dreams are fading away
It’s not hard to figure it out
There’s no doubt, you’ll find a way
Live the moment, each and every day

REFF
I don’t know why
I cannot see the beauty in front of me
I cannot…
I don’t know why
I cannot see the beauty in front of me (in front of me)

Now I see here
It’s always been there
People like their simple things
Live the moment, each and every day

REFF
I don’t know why
I cannot see the beauty in front of me
I cannot…
I don’t know why
I cannot see the beauty in front of me (in front of me)

Is it there?
Is it right there?
Right in front of you (right in front of you)
This is what you’ve been looking for
For a long, long time
Make it real, make it right now (make it right now, make it right now)
You’ve got to live it now

REFF
I don’t know why
I cannot see the beauty in front of me
I cannot…
I don’t know why
I cannot see the beauty in front of me (in front of m

zentrifuge:

Toni Codgell - Pathways 

zentrifuge:

Toni Codgell - Pathways 


6,286 notes

dari arti sebuah nama

dari ku lahir ku melihat semuanya

dari awal ku menyasikan semuanya

terjadi saat ku lahir dari dua mata 

yaitu ibu dan ayah hasil spermanya 

ku dengar orang tertawa saat

kulahir  

ku dengar aku menangis saat

ku lahir

apa arti dari sebuah nama yang kau berikan dari ku

apa arti dari sebuah nama penjujung cita-citaku

kau berikan nama yg tak penting tapi menjadi pribadi

kau berikan sebuah cinta di setiap nama ku ini

ibu dan ayah terimalah harta cinta ku yg tak ada tandingannya

ibu dan ayah terimalah aku ini yg sudah beranjak dewasa

sebab apa yg kau beri ini belum bisa ku balas

sebab apa yg kau kasih belum dapat ku terima 

terimalah ini sebagai lambang cinta ku kepadamu

ini adalah lagu dari ku untuk mu ibu dan ayah

prosa kecil merubah menjadi shymponi

kalimat kecil berubah jadi sebuah bait

yg ku dendang kan saat aku dewasa

yg ku nyanyikan saat aku tumbuh

Lagu ini di persembahkan oleh

From Charlie Chaplin for his daughter

Ringkasan surat wasiat Charlie Chaplin kepada putrinya Geraldine Chaplin 

Geraldine putriku, aku jauh darimu, namun sekejap pun wajahmu tidak pernah jauh dari benakku. Tapi kau dimana? Di Paris di atas panggung teater megah… aku tahu ini bahwa dalam keheningan malam, aku mendengar langkahmu. Aku mendengar peranmu di teater itu, kau tampil sebagai putri penguasa yang ditawan oleh bangsa Tartar.

Geraldine, jadilah kau pemeran bintang namun jika kau mendengar pujian para pemirsa dan kau mencium harum memabukkan bunga-bunga yang dikirim untukmu, waspadailah. 


Duduklah dan bacalah surat ini… aku adalah Ayahmu. Kini adalah giliranmu untuk tampil dan menggapai puncak kebanggan. Kini adalah giliranmu untuk melayang ke angkasa bersama riuh suara tepuk tangan para pemirsa. 


Terbanglah ke angkasa namun sekali-kali pijakkan kakimu di bumi dan saksikanlah kehidupan masyarakat. Kehidupan yang mereka tampilkan dengan perut kosong kelaparan di saat kedua kaki mereka bergemetar karena kemiskinan. Dulu aku juga salah satu dari mereka.
 

Geraldine putriku, kau tidak mengenalku dengan baik. Pada malam-malam saat jauh darimu aku menceritakan banyak kisah kepadamu namun aku tidak pernah mengungkapkan penderitaan dan kesedihanku. 


Ini juga kisah yang menarik. Cerita tentang seorang badut lapar yang menyanyi dan menerima sedekah di tempat terburuk di London. 


Ini adalah ceritaku. Aku telah merasakan kelaparan. Aku merasakan pedihnya kemiskinan. Yang lebih parah lagi, aku telah merasakan penderitaan dan kehinaan badut gelandangan itu yang menyimpan gelombang lautan kebanggaan dalam hatinya. 


Aku juga merasakan bahwa urang recehan sedekah pejalan kaki itu sama sekali tidak meruntuhkan harga dirinya. Meski demikian aku tetap hidup.
 

Geraldine putriku, dunia yang kau hidup di dalamnya adalah dunia seni dan musik. Tengah malam saat kau keluar dari gedung teater itu, lupakanlah para pemuja kaya itu. 


Tapi kepada sopir taksi yang mengantarmu pulang ke rumah, tanyakanlah keadaan istrinya. Jika dia tidak punya uang untuk membeli pakaian untuk anaknya, sisipkanlah uang di sakunya secara sembunyi-sembunyi.
 

Geraldine putriku, sesekali naiklah bus dan kereta bawah tanah. Perhatikanlah masyarakat. Kenalilah para janda dan anak-anak yatim dan paling tidak untuk satu hari saja katakan: “Aku juga bagian dari mereka”. 


Pada hakikatnya kau benar-benar seperti mereka. Seni sebelum memberikan dua sayap kepada manusia untuk bisa terbang, ia akan mematahkan kedua kakinya terlebih dahulu. 


Ketika kau merasa sudah berada di atas angin, saat itu juga tinggalkanlah teater dan pergilah ke pinggiran Paris dengan taksimu. 


Aku mengenal dengan baik wilayah itu. Di situ kau akan menyaksikan para seniman sepertimu. Mereka berakting lebih indah dan lebih menghayati daripada kamu. 


Bedanya di situ tidak akan kau temukan gemerlap lampu seperti di teatermu. Ketahuliah bahwa selalu ada orang yang berakting lebih baik darimu.
 

Geraldine putriku, aku mengirimkan cek ini untukmu, belanjakanlah sesuka hatimu. Namun ketika kau ingin membelanjakan dua franc, berpikirlah bahwa franc ketiga bukan milikmu. 


Itu adalah milik seorang miskin yang memerlukannya. Jika kau menghendakinya, kau dapat menemukan orang miskin itu dengan sangat mudah. Jika aku banyak berbicara kepadamu tentang uang, itu karena aku mengetahui kekuatan ‘anak setan’ ini dalam menipu…..
 

Geraldine putriku, masih ada banyak hal yang akan aku ceritakan kepadamu, namun aku akan menceritakannya di kesempatan lain. 


Dan aku akhiri suratku ini dengan,
 

“Jadilah manusia, suci dan satu hati, karena lapar, menerima sedekah, dan mati dalam kemiskinan, seribu kali lebih mudah dari pada kehinaan dan tidak memiliki perasaan”.